Penulisan Humas Pertemuan 13



Judul  : Teknik Penulisan Naskah Berita Pembangunan Untuk Kegiatan Public

   Relations Perusahaan

A.    Ruang Lingkup Jurnalistik Pembangunan
Ruang lingkup Jurnalistik pembangunan termasuk bagian dari Komunikasi Pembangunan. Sedangkan pengertian dari komunikasi itu sendiri antara lain:
1.      Menurut Drs. Riyono Praktiko dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Pembangunan menulis:
“Komunikasi merupakan suatu kegiatan usaha menulis untuk menyampaikan apa yang menjadi pikiran da perasaannya, harapan ataupun pengalamannya, kepada orang lain” (Riyono 1979 : 61).
Sedangkan komunikasi itu sendiri dilihat dari sudut prosesnya, maka komunikasi itu adalah:
“Proses pengoperan dan penerimaan lambing-lambing yang mengandung arti”. (Riyono 1979 : 61).
Lambang merupakan renungan dari semua pikiran, perasaan, harapan-harapan, kekecewaan, kecemasan, dll. Dari manusia. Pengoperan lambang adalah terutama pengoperan dari segala  pemikiran, segala perusahaan dengan harapan dapat mempengaruhi orang lain.
Sedangkan didalam sebuah komunikasi unsure komunikator, penyampaian pesan adalah mutlak, juga penerimaan pesan atau komunikan. Dan pesan yang akan disampaikan (message) minimal harus ada.
Didalam Komunikasi Pembangunan, yang disampaikan adalah pesan khusu ilah pesan Pembangunan. Media yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut adalah media Pembangunan. Sedangkan teknik-teknik penyampaian pesan pembangunan ini juga harus memiliki teknik khusus, didalam ruang lingkup yang khsus pula.
2.      Pengertian Pembangunan
Beberapakali ahli komunikasi maupun Publisistik menyebut istilah Komunikasi Pembangunan ini dengan sebutan “Development Support Communication”, ini adalah bagian dari spesialisasi dari Ilmu Komunikasi dan publisistik dalam usaha Ilmu Komunikasi maupun Publisistik dalam menunjang Pembangunan.
Kata diatas lebih tepat diterjemahkan dengan Komunikasi Penunjang Pembangunan, akan tetapi kalau diterjemahkan seperti itu, pengertiannya lebih sempit bila diterjemahkan dengan Komunikasi Pembangunan, mkedia ini lebih luas.
Kalau komunikasi sebagai penunjang, berarti komunikasi itu hanya alat, sedangkan kalau Komunikasi Pembangunan, maka komunikasi dengan segala system dan unsure-unsurnya, nilai-nilainya, dampak-dampak nya termasuk di dalam pengerian komunikasi Pembangunan ini telah mencakup unsure-unsur:
  • a.       Unsur mempengaruhi
  • b.      Unsure mengubah lingkungan
  • c.       Unsure memperbaiki kelakuan individu
  • d.      Ada unsure interaksi social.

Disamping itu komunikasi pembangunan harus pula memperhitungkan komunikasi yang ada di Pedesaan dan Perkotaan.
3.      Dasar Pemikiran Jurnalistik Pembangunan
Undang-undang pokok Pers, bahwa Pers Indonesia itu adalah Pers pembangunan, Pers Pancasila. Sedangkan peraturan pemerintah RI no. 1 Tahun 1984 tentang Dewan Pers didalam Bab 1 pasal 2 menulis:
“Dewan Pers bertugas mendampingi Pemerintah dalam membina pertumbuhan dan perkembangan Pers Nasional agar mampu menunjang pembangunan masyarakat Pancasila”. (Hamzah 1987 : 297).
Dari kutipan-kutipan diatas, baik Pers maupun Jurnalistik Indonesia ditujukan semua kepada Jurnalistik pembangunan dan pancasila.
4.      Bentuk-bentuk Komunikasi Pembangunan dapat dibagi menjadi dua, antara lain:
a.       Komunikasi Kota atau system Komunikiasi Kota
b.      Sistem Komunikasi Pedesaan
Dari kedua system komunikasi itu, perlu pula diciptakan Jurnalistik Pembangunan Perkotaan dan Jurnalistik Pembangunan Pedesaan.
5.      Sistem Kumunikasi Kota (Jurnalistik Kota)
System yang terlihat nyata didaerah perkotaan adalah tempat menumpuknya industry (industrialisasi). Oleh karena itu di kota juga berkembang industry-industri modern. Utuk membedakan cirri khas antara kota dan desa minimal ada 8 faktor pembeda antara lain:
  • a.       Mata Pencaharian
  • b.      Lingkungan
  • c.       Ukuran Komunikasi
  • d.      Kepadatan Penduduk
  • e.       Heterogenitas dan Homogenitas
  • f.       Diferensisasi dan Stratifikasi
  • g.      Mobilitas, Sistem Interaksi
  • h.      Tipe-tipe kontak social (Daryanto 1970).


Sedangkan unsure pembeda lainnya antara lain koa memiliki ciri khusus antara lain:
  • a.       Kota berfungsi non-agricultur
  • b.      Adanya spesialisasi kerja
  • c.       Spesialisasi yang bersifat politis, rekreasional dan religious
  • d.      Cirri-ciri populasi yang meliputi mobilitas dan Heterogenitas.

Sedangkan unsure pokok system Komunikasi Desa antara lain:
  • a.       Mata pencaharian bersifat agraris
  • b.      Kehidupan di Desa lebih lambat dibandingkan di Kopta
  • c.       Tingkat kepadatan penduduk relative masih rendah
  • d.      Sikap fanatisme terhadap tradisi masa lam[au masih kuat
  • e.       Kurang Kompetetif
  • f.       Rangsangan untuk bertindak kreatif bias dikatakan tidak ada
  • g.      Factor-faktor kelembagaan, lingkungan masih cukup sederhana
  • h.      Penduduk/Rakyat masih Pasif

i.        Masih family sentries
j.        Sifat Menerima
k.      Acuh tak acuh
l.        Orientasi ke masa lampau kuat
          m.    Tanah masih banyak dikuasai tuan tanah
  • n.      Hak komunal masih ada
  • o.      Lembaga perkreditan pribadi masih terasa kuat (Lintah Darat)
  • p.      Mobilitas vertical masih kurang
  • q.      Kewiraswastaan masih kurang dan tidak berkembang.

Dalam memajukan pedesaan pihak pemerintah masih mutlak harus banyak bekerja untuk pembangunan desa tersebut. Oleh karena itu pemerintah adalah sebagai agen  pembangunan dan perubahan social.
6.      Beberapa Ciri Khusus Jurnalistik Pembangunan untuk Pedesaan
  • 1)      Memperhatikan Ekosistem Desa
  • 2)      Menghindarkan perbedaan arus informasi untuk orang miskin ddan kaya di Desa terlalu jauh (baru yang kaya-kaya saja yang menerima informasi, yang miskin relative belum).
  • 3)      Komunikasi antarpersona atau tatap muka lebih perlu digalakkan
  • 4)      Frekuensi informasi melalui media-media komunikasi massa perlu lebih banyak serta pengolahan pesan khusus untuk Pedesaan perlu ditingkatkan kualitasnya
  • 5)      Pesan yang bertujuan merubah lingkungan di Pedesaan harus banyak disajikan.

7.      Teknik Penyajian Jurnalistik Pembangunan Khsusus Pedesaan
  • a.       Teknik Persuasion (persuasi) harus lebih banyak frekuensinya
  • b.      Teknik pengadaan situasi sedemikian rupa sehingga orang terpaksa secara tidak langsung mengubah sikapnya (compulsion)
  • c.       Teknik dnegan mengulang apa yang diharapkan aka masuk dalam bidang bawah sadar seorang sehingga ia mengubah sikap diri sesuai dengan apa yang diulang (pervasion)
  • d.      Memaksa secara langsung pengadaan perpubahan sikap (Coersion), dengan adanya hukuman fisik ataupun materi.

-          Teknik Persuasi
Komunikasi Pembangunan untuk Indonesia memilih teori persuasi, ini didasarkan pada UUD 1945 dimana perubahan yang terjadi harus atas paritisipasi sukarela, ikhlas, rela sepenuh hati. Karena melalui persuasi ini akan diharapkan munculnya motivasi, mengerti, dipahami yang idharapkan berakhir dengan taraf partisipasi. Oleh karena itu teknik-teknik tertentu di Pedesaan di Indonesia perlu juga dibedakan keran unsure budaya, etnik dsb.
8.      Teknik Penyajian Jurnalistik Pembangunan Perkotaan
a.       Setiap sajian harus dapat menerobos actor penghambat yang banyak menghadang di masyarakat perkotaan yaitu adanya STATUS ORIENTATION yang artinya masyarakat kota sering atau cenderung mengutamakan kepangkatan, posisi, kedudukan dan bukan hasil prestasi kerja (ACHIEVMENT). Sikap jiwa priyai ini perlu diterobos dalam penyajian Jurnalis Perkotaan. Tonjolkan prestasi kerja, tonjolkan pemberitaan prestasi seseorang untuk pembangunan.
b.      Jurnalistik Pembangunan Perkotaan harus bias menerobos PIMORDIAL LOYALITIES artinya kesetiaan-kesetiaan kepada ikatan-ikatan sempit. Dimana kesetiaan yang mendahulukan keluarga, suku bangsa, kaum seagama dengan membelakangi kesetiaan pada kepentingan umum dan rakyat banyak. Sikap semacam ini derong membawa kepadada sikap NEPOTISME dan KORUPSI. Pers harus bias menghancurkan primordial ini demi pembangunan nasional bangsa.
c.       Jurnalis Pembangunan Perkotaan harus bias menerobos sifat PAROCHIAL ATTACHMENTS yaitu terikat kepada parochie, kepada lingkungan kecil sendiri, ini biasanya mendahulukan kepentingan kepartaian sendiri daripada kepentingan nasional dan bangsa, sikap ini merusak efesiensi kerja dan kepentingan Negara.
d.      Jurnalistik Pembangunan Perkotaan harus bias menerobos REINFORCEMENT OF INDIGENOUS VALUES (DR. ANNN RUTH WILNER) yang diperkokohnya kembali nilai-nilai pribumi. Atau sifat segan dari pejabat karena adanya nilai-nilai pribumi untuk menindak sesuatu. Akhirnya tindakan-tindakan setengah-setengah. Akibat dari sikap ini kata Ruth, orang bertindak hidup lebih besar daripada penghasilan dan ini menjurus kepada korupsi, kemewahan dll. Dan ini perlu diterobos oleh Pers Pembangunan.
e.       Jurnalistik pembangunn harus berani menerobos THE CONFOSCATORY WHIMS (BARBARA WARD) artinya tingkah main sita kadangkala disebabkan karena iri hati, cemburu dipihak penguasa terhadap suksesnya usaha, bertambahnya kekayaan sesorang penguasa swasta tanpa menhindarkan kepastian hokum.
f.       Jurnalistik Pembangunan harus menyajikan pesan-pesan pembangunan yang memiliki dampak pembanguna  dan industrialisasi bagi kegunaan nusa dn bangsa.

9.      Perlu Seleksi Pesan Pembangunan
Untuk tulisan pesan-pesan pembangunan ini, media khusu pedesaan harus berbeda dengan media Perkotaan.
Pesan yang disajikan untuk Pedesaan harus ditulis dengan cirri khusus, pesan khusus yang semuanya untuk memotivasi perubahan social di pedesaan. Penggunaan Media Komunikasi Massa belum tentu semua efektif untuk masyarakat Pedesaan. Tidak semua pesan-pesan menjadikan masyarakat di pedesaan menjadi manusia yang bertingkah laku sesuai dengan keinginan pembangunan karakter dan moral di Pedesaan.

0 Response to "Penulisan Humas Pertemuan 13"