Penulisan Humas Pertemuan 7 dan 8


Judul  : Teknik Penulisan Feature (Karangan Khas)

A.    Pendahuluan
Karangan khas (karkhas) atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Feature, banyak dilakukan oleh para jurnalis maupun PRO. Untuk mengisi halaman media massa, apakah surat kabar, majalah atau pun Buletin Internal Perusahaan. Pembuatan tulisan itu tidak lain untuk menunjang kegiatan perusahaan dalam usaha menciptakan citra perusahaan maupun citra produk.

B.     Perbedaan Feature dan Straight News
Straight News atau Spot News atau Hard News diterjemahkan kedalam bahasa Indonesiaberita lempang (Andi Baso Mappototo) adalah laporan tentang peristiwa fisik dan intelektual, seperti bencana alam, pendapat seseorang yang terjadi atau diucapkan pada saat itu yang ditulis menggunakan rumus 5W + 1H yang di dalam gaya bangunan atau struktur piramida terbalik.

Sedangkan Feature atau Karangan Khas (karkhas) juga ditulis menggunakan rumus 5W + 1H tetapi pemakaian bahasanya berbeda, lebih halis, lebih enak dibacanya dibandingkan berita biasa. Ditulis seperti sebuah artikel.

C.    Beberapa Pengertian kata Feature
Feature adalah tulisan yang semata-mata berdasarkan daya pikat manusiawi (human interest) yang tidak terlalu terikat pada tata penulisan baku seperti yang berlaku dalam berita lempang (Straight News).
Arti lain ada juga menyebut Feature adalah:
Suatu artikel atau karangan yang lebih ringan atau lebih umum tentang daya pikat manusiawai atau gaya hidup, ketimbang berita lempang yang ditulis dari peristiwa yang masih hangat.
Pendaoat lain mengenai Feature antara lain:
Karangan yang melukiskan suatu pernyataan dengan lebih terperinci sehinga apa yang dilaporkan hidup dan tergambar dalam imajinasi pembaca.
Pendapat penulis lain menyebutkan arti feature atau karkhas antara lain:
Feature adalah artikel yang kreatif, jading-kadang subyektif, yang dirancang terutama untuk menghibur dan memberitahu pembaca tentang peristiwa situasi atau aspek kehidupan.
Gaya tulisan di atas adalah dimulai dengan umum menuju kepada ke khusus (deduksi ke induksi). Boleh juga dari induksi ke deduksi (dari khusus ke umum).
Contoh:
Khusu                                                  : Menemukan pedagang asongan hamper disetiap persimpangan jalan raya di Jakarta yang ada lampu merah (atau pengatur lalulintasnya) pemandangan itu disaksikan setiap hari saat pergi pulang kantor.
Rincian ke Umum          : Mengajukan pertanyaan kepada sejumlah pedagang asongan yang dipilih secara acak, factor apa yang menyebabkan atau mendorong mereka mencari rezeki disetiap persimpangan jalan yang ada lampu pengatur lalu lintasnya.
Umum/Penutup: Secara umum mereka menjawab bahwa sullit memperoleh pekerjaan di sektor formal (di perusahaan atau lembaga pemerintah).
Kutipan contoh diambil dari tulisan Drs. Andi Mappatoto halaman 5-6.
Isi Feature
1.      Featrue termasuk karangan lengkap.
2.      Feature itu nonfiksi artinya dia harus fakta, bukan mengada-ada.
3.      Bukan berita lempang ( Spot News). Karangan kalau spot news cukup dengan syarat 5W + 1 H saja, tetapi feature sebagai karangan khas yang memiliki nilai berita yakni isinya adalah sesuatu yang ingin dan perlu diketahui pembaca, bukan saja karena peristiwa dan pendapat itu baru, tetapi karena juga dekat secara disik dan kejiwaan dengan pembaca, mencuat masalahnya dan memiliki dampak fundamental kepada pembaca baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota kelompok dan anggota masyarakat. Karkhas tidak mempunyai penulisan atau rumus baku, meskipun 5W + 1H tetap harus ada di dalamnya.
4.      Dimuat dalam media massa, khusunya surat kabar dan majalah atau di kantor berita saja. Di dalam media massa elekronik jarang ada, kalau perlu mungkin bisa juga.
5.      Tak tentu panjangnya. Bisa dari 100-200 kata. Atau jika dalam majalah berkisar 1000-6000 kata.
6.      Penyampaian biasanya hidup. Tidak kaku. Boleh menggambarkan wajah, air muka pelaku di dalam feature itu.
Drs. Andi Bassi Mappatoto dalam bukunya yang berjudul feature di halaman 2 menulis pengertian feature antara lain:
“Secara umum arti kata feature (karkhas) meliputi suatu pandang tentang berbagai bahan mulai dari konflik sampai tulisan yang disebut kolom yang tidak digolongkan dalam berita lempang (spot news). Artinya secara khusu adalah tulisan yang semata-mata berdasarkan daya pikat manusiawi (human interest) yang tidak terlalu terikat pada tata penulisan buku yang baku seperti yang berlaku dalam berita lempang (spot news)”. (Mappatoto 1992:2)
Masih Andi menulis arti lain dari feature antara lain:
“Suatu artikel atau karangan lebih ringan atau lebih umum tentang daya pikat manusiawi atau gaya hidup ketimbang berita lempang yang ditulis dari peristiwa yang masih hangat:. (ibid : 3).
Atau    :
“Karangan yang melukiskan suatu pernyataan dengan lebih terperinci sehingga apa yang dilaporkan hidup dan tergambar dalam imajinasi pembaca”. (ibid:3).
Atau pengertian lain:
“Feature (karkhas) adalah artikel yang kreatif, kadang-kadang subyektif, yang dirancang terutama untuk menghibur dan memberitahu pembaca tentang peristiwa situasi atau aspek kehidupan”. (ibid:3)
Dari pengertian ini Mappatoto memberikan definisi tentang feature antara lain:
“Feature adalah karangan lengkap nonfiksi bukan berita lempang (spot news) dalam media massa yang panjangnya dipaparkan secara sentuhan subyektivitas pengarang terhadao peristiwa, situasi, aspek kehidupan dengan tekanan pada daya pikat manusia untuk mencapai tujuan memberitahu, menghibur, mendidik dan meyakinkan pembaca.” (ibid : 5)
Contoh:
Umum                           : Kenikmatan merokok hanya sesaat tetapi akibatnya dapat memperpendek umur.
Rincian kekhusus        : Asal-usul merokok, bahan rokok, wat yang berbahaya dan sebagainya.
Umum atau penutup   : Merokok membahayakan hidup.
7.      Kreatifitas
Di dalam feature unsur kreativitas dimunculkan. Dapat menggunakan imajinasi penulisnya
8.      Subyektivitas
Feature sering subyektif. Sering diungkapkan sesuai dengan perasaan dan pikiran atau konsep seseorang. Beda dengan spot news harus fakta, nyata sesuai dengan apa adanya.
9.      Feature juga memiliki unsur mendidik.
10.  Feature memiliki unsur memberitahu.
11.  Feature memiliki unsur menghibur.
12.  Feature juga  memiliki unsur meyakinkan pembaca.
13.  Feature digunakan juga sebagai alat untuk merubah sikap pembaca maupun tingkah lakunya.
 Gambar dampak feature begi individu pembaca adalah sebagai berikut:

Perubahan tingkah laku
Perubahan Sikap
Menarik Pelajaran
Pemahaman
Perhatian
 

D.    Teknik Penulisan Feature
Tulisan dalam paragraph pertama atau Lead/Intro atau Teras harus berisi point of maximal interest (titik perhatian maksimal/TPM) Lead atau intro atau Teras juga sering disebut “thesis”.
Tulisan tidak ditulis kaku seperti spot news dengan rumus 5W + 1H saja, tetapi ditulis dengan gaya pribadi dan imajinasi penulis dapat digunakan.
Sebelum menulis
1.      Sebelum menulis perhatikanlah keadaan sekelilingnya di mana pun ia berada. Untuk memperoleh bahan karangan dapat digunakan:
a.       Observasi langsung
b.      Menggunakan wawancara dengan sosok pribadi (personal interview)
c.       Wawancara jalanan (man in the street interviews)
d.      Wawancara sambil lalu (casual interview)
e.       Wawancara telelpon (telephone interview)
f.       Wawancara tertulis
g.      Wawan cara kelompok (discussion/seminar interview).
2.      Buat tema Tulisan
Sebelum menulis juga tentukan terlebih dulu “tema” karangan itu. Yang dimaksud dengan tema ini adalah:
Pengertian tema
Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia arti nama antara lain:
  • a.       Pokok pikiran
  • b.      Dasar cerita yang dipercakapkan
  • c.       Yang dipakai sebagai dasar mengarang.

Untuk mengetahui apakah sebuah tema karangan sudah baik, tema itu perlu dihadapkan pada tolak ukur atau kriteria yakni:
  • a.       Kesatuan (unitiy): tema harus mempunyai soal sentral yang merumuskan dengan jelas tujuan tuturan (Mappatoto:28).
  • b.      Rincian (developmet): dari soal sentral yang terkandung dalam kalimat tema (teras/tesis/intro.lead).
  • c.       Keaslian (originality): kalimat tema harus asli buah pikiran pengarang sendiri, bukan  plagiat.

Syarat membuat Teras/Lead/Intro/Tesis
Syarat yang harus dipenuhi:
  • a.       Teras harus membangkitkan minat
  • b.      Teras harus membangkitkan perhatian
  • c.       Teras harus membangkitkan rasa ingin tahu
  • d.      Teras harus singkat.

Dalam penggunaan bahasa menulis karangan haruslah:
  • a.       Gunakan gaya bahasa yang menarik
  • b.      Gunakan bahasa seperti cakap-cakap
  • c.       Gunakan koherensi (hubungan logis satu bait dengan bait lainnya)
  • d.      Harus ada kohesi (hubungan yang erat antara bait satu dengan yang lain, harus kuat).

Teras yang menarik harus memiliki:
  • a.       Ada unsure waktu (timeliness)
  • b.      Kedekatan dengan pembaca (proximity)
  • c.       Harus mencuat (prominence)
  • d.      Aneh (unusualness)
  • e.       Ada gaya pikat kemanusiaan (human interest)

f.       Harus konsekuensi (consequence), ini harus memiliki dampak.
Setelah ada tema dan teras maka diperlukan tubuh karangan dan penutup karangan.
E.     Tubuh dan Penutup Karangan
Kalau terus diibaratkan dalam sebuah karangan itu sebagai jiwa raga karangan, maka tubuh karangan diumpamakan dengan “setelah baju dan aksesorisnya yang nantinya memantulkan keadaan sang jiwa raga”.
Setelah ahrus pas dengan raga dan sesuai ddngan jiwa berarti hubungan antara teraas dan tubuh karangan ibarat rupa dan baying-bayang. Oleh karena itu tubuh karangan harus sesuai dengan tema dan teras yang telah idbuat. Untuk melakukan hubungan yang harmonis itu dapat digunakan pola paragraph (alinea) yaitu:

1.      Boleh gunakan pola TEMATIK
Pola tematik ini adalah setiap paragraph di dalam karangan itu menjurus semua keda teras. Atau diutarakan sesuai dengan isi teras.
2.      Pola spiral
Setiap paragraf berisi merinci apa yang ditulis dalam paragraf sebelumnya, ibarat spiral menggulir ke bawah.
3.      Pola blok
Setiap paragraf berisi bahan yang pada dasarnya berdiri sendiri, tetapi paragraf-paragraf yang mandiri itu pada akhirnya menyulun satu cerita yang bulat.
4.      Pola rincian
Pola ini terlepas dari bentuk teras apa yang harus diterapkan dalam pengkonsepsian karangan nonlempang, khusus feature, ada dua metode ancang-ancang yang dapat dipilih yaitu metode alamiah dan metode logis.
a.       Metode alamiah menggunakan susunan waktu (the order of time)
Sesenan ini daoat disebut susunan sederhana sekali karena rincian bahan karangan dilakukan secara berurutan atau secara kronologis. Gaya ini hamper seperti gaya narasi.
b.      Metode susunan logis (susunan klimaks (the order of clomax)
Susunan ini mengikuti jalan pikirn bahwa penempatan sesuatu dibelakang memberikan penekanan yang paling banyak. Sejalan dengan itu, rincian tulisan iatur semakin kebawah semakin memberikan kesan tegang.
c.       Susunan dari umum ke khusu (dari deduktif ke induktif)
Umum
Khusus
Khusus
Penutup
  • d.      Susunan dari khusus ke umum (dari khusu ke umum)
  • e.       Susuna dari induksi ke deduksi. Dimulai dari alur piker yang khusus menuju ke alur piker yang umum. Meskipun metode ini sebenarnya tidak banyak digunakan dalam menulis karangan. Tetapi bukan berarti metode ini tidak boleh digunakan.

Khusus
Khusus
Khusus
Umum
Contoh dilihat dilembar lampiran
F.     Bentuk-bentuk penutup
Kebanyakan karangan khas ini mutlak mempunyai bagian penutup, yaitu akhir dari suatu karangan menurut logika. Tulisan atau karangan khas ini selalu ditulis atau kebanykan ditulis menurut piramida terbalik atau dikenal dengan julukan piramida kronologis. Penutup adalah mutlak.
Bentuk-bentuk penutup lihat contoh di bawah ini:
Contoh Out Line:
Contoh sebuah outline yang lengkap
Tema               : Keluarga berencana
Ide pokok           : Bagi Indonesia keluarga berencana adalah penting sekali guna meningkatkan pendapatan perkepala rata-rata.
A : Sekarang ini dalam masyarakat kita masih banyak keluarga belum yakin bahwa keluarga berencana itu perlu.
B : MASALAH PENDUDUK DAN PEMBANGUNAN
I.       Masalah penduduk Indonesia
1.      Tingginya tingkat kenaikan penduduk rata-rata per tahun
a.       Tingkat kelahiran tinggi sekali
b.      Tingkat kematian semakin berkurang
1)      Berkurangnya kematian anak-anak
2)      Bertambahnya usia orang-orang dewasa
2.      Kerapatan penduduk
a.       Perbandingan kerapatan tak seimbang
1)      Antar daerah-daerah di suatu pulau
2)      Antar pulau-pulau di Indonesia
b.      Sebab-sebab kerapatan penduduk pincang
1)      Penduduk terpusat di daerah-daerah pertanian
2)      Mengalirnya orang-orang masuk ke pulau Jawa
3.      Usaha-usaha untuk menanggulangi masalah penduduk
a.       Transmigrasi
1)      Usaha-usaha yang telah diambil
2)      Halangan-halangan yang terjadi

b.      Keluarga berencana
1)      Tindakan-tindakan yang telah dijalankan
2)      Sikap masyarakat terhadap usaha itu
II.    Pengaruh masalah penduduk terhadap pembangunan ekonomi
1.      Rendahnya pendapatan rata-rata per kepala
2.      Kecilnya pertambahan pendapatan rata-rata per tahun
3.      Kurangnya kemampuan investasi
III. Usaha usaha efektif guna mengurangi pertambahan penduduk
1.      Mengurangi jumlah anak-anak yang lahir tiap tahunnya
a.       Membatasi jumlah kelahiran
b.      Mengatur jangka kelahiran anak satu dengan lainnya
c.       Mengurangi perkawinan calon-calon yang agak muda
2.      Memberikan penerangan tentang perlunya keluarga berencana
a.       Kepada orang dewasa di kampong-kampung dan desa-desa
b.      Kepada murid-murid belasan tahun dalam lembaga-lembaga pendidikan
3.      Menyediakan fasilitas-fasilitas guna pelaksanaan keluarga berencana
C :Menyimpulkan bahwa suatu keluarga berencana dengan jumlah anak yang kecil akan lebih mudah mengatasi kesulitan-kesulitan ekonominya serta lebih besar kemungkinannya untuk mendidik anak-anak secara layak, sehingga masa depan anak-anak itu lebih terjamin.
Contoh penutup
Ringkasan: mengacu kembali kepada ters
Penutup II
1.      Gaya bangunan (struktur)
Pembicaraan tentang gaya bangunan suatu karkhas lebih banyak bersifat pengulangan dari pembicaraan pada halaman-halaman sebelumnya. Tetapi yang ditentukan disini adalah mengenai bentuk visualisasi gaya bangunan itu.


Karangan khas yang dimulai dengan teras TPM (titik perhatian maksimal), yang juga disebut teras ringkasan dan penuturannya agak panjang mengikuti gaya bangunan piramida terbalik yang jika digambarkan terlihat seperti di atas.
Gaya bangunan karkhas yang tidak menggunakan teras tingkasan mengikuti beberapapola. Jika karangan panjang, gaya bangunan piramida biasa dengan gambar seperti:

Kalau karangan singkat, mungkin terdiri atas empat atau lima paragraf, struktur bangunannya segi empat seperti:


Sekiranya karangan merupakan penuturan kronologis, maka struktur bangunannya mengikuti pola piramida kronologis seperti gambar berikut ini:
2.      Pengecekan
Pengecekan mengacu kepada dua bidang secara umum, yaitu fase pengumpulan bahan dan fase puenatulis. Untuk fase pengumpulan bahan berlaku ketentuan, keteletian, ketepatan dan pengecekan ulang tehadap bahan yang sudah diperoleh dari sember buka manusia, misalnya dokumen yang biasanya diterapkan dalam menulis berita lempang. Ketentuan tentang ketelitian, ketepatan dan pengecekan ulang dimaksudkan untuk menanamkan kepercayaan pembaca bukan saja kepada kebenaran isi berita dan karkhas tetapi juga kepercayaan kepada pengarang. Seorang pewarta, terlebih pengarang yang teliti dan yang namanya ditulis diatas karangannya disebut by-line story biasanya merebut hati pembaca karena berita atau karangan akurat, menarik baik dari segi gaya maupun dari segi bahasa.
Dengan kata lain, betapa pentingnya ketentuan pengecekan itu dalam proses mendekatkan pengarang dengan bembaca, selain juga mencegah kekeliruan informasi yang berdampak luas dalam kehidupan masyarakat.
Salah satunya upaya pengecekan terhadap bahan karangan dari sumber adalah kepada pewarta atau pengarang untuk mengetahui apakah catatan itu persis seperti apa yang dimaksudkan untuk mencegah adanya bantahan dari sumber yang member keterangan sesudah berita atau karangan diterbitkan yang akan merugikan reputasi pengarang.
Keuntungan lain dari pengecekan dengan cara tersebut adalah besarnya kemungkinan pewarta atau pengarang memperoleh keterangan tambahan yang akan memoerkaya isi karangan yang sebelumnya tidak diungkapkan oleh sumber.
Selanjutnya, untuk fase purnatulis, pewarta atau pengarang wajib merujuk kepada daftar pertanyaan yang jika belum terjawab pewarta atau pengarang perlu mencari keterangan atau fakta yang diperlukan itu. Pernyataan yang dimaksud dan harus terjawab alternative atau “ya” sebagai berikut:
a.       Apakah peristiwa, pendapat, masalah itu menarik untuk dibaca?
b.      Apakah karangan itu se=udah terfokus kepada pokok tulisan tidak menuturkan hal lain yang jauh menyimpang?
c.       Apakah karangan tidak bernada tajuk rencana?
d.      Apakah 5W + 1H sudah terpenuhi dengan tepat, khususnya apakah unsure why dan how sudah banyak terpenuhi?
e.       Apakah penulisan nama orang, jabatannya dan kedudukan sosialnya sudah tepat?
f.       Apakah rincian sudah memadai?
g.      Apakah kata yang digunakan mudah dipahami?
h.      Apakah kata yang digunakan akan memberikan sentuhan emosional?
i.        Apakah kalimat dan paragraf sudah singkat, kurang lebih 35 kata?
j.        Apakah fakta akurat?
k.      Apakah contoh yang diberikan konkret?
G.    Bahasa untuk Feature
Bahasa untuk feature atau karangan khas tetap menggunakan bahasa Jurnalistik yang diutamakan, harus menggunakan bahasa baku, meskipun tidak harus taat secara kaku menggunakan bahasa baku.
Bahasa jurnalistik yang diharapkan antara lain:
1.      Kalimat singkat, membawakan satu pengertian saja
2.      Kalimat sederhana dan deklafatir
3.      Sedangkan mungkin mengganti sebuah frasa dengan sebuah kata saja
4.      Pelbagi acuan kalimat digunakan silih berganti
5.      Kata yang digunakan untuk memulai kalimat atau mengakhiri kalimat tidak digunakan pada waktu menulis kalimat berikutnya kecuali kalau kalimat itu sudah diselingi kalimat lain.
6.      Paragraf terdiri atas dua atau tiga kalmiat dalam empat atau lima baris ketika (block paragraf).
7.      Kata dalam paragraf kurang lebih 35 kata.
8.      Jumlah baris dalam paragraf yang terlanjur malampaui ketentuan empat baris diimbagi dalam parafrag berikutnya dengan dua atau tiga baris.
9.      Meniadakan kata sifat dalam berita lempang (spot news).
10.  Istilah atau kata bari diberi penjelasan baik dkalimat maupun dalam kurung
11.  Menulis lengkap akronim yang belum dikenal luas terlebih dahulu, baru akronim itu ditulis dalam kurung.
H.    Penjudulan
Pemberian judul atas suatu karangan di perusahaan penerbitan pers yang besar adalah tugas anggpta meja sunting karena adanya diferensiasi kerja sebagai salah satu ciri organisasi yang modern.
Differensasi kerja mengharuskan sumber daya manusian untuk menekuni pekerjaan dengan keterampilan masing-masing. Tetapi dalam perusahaan pers kecil, penulisan judul dilakukan oleh penulis itu sendiri.
Fungsi judul untuk karkhas
Judul atau title di dalam karkhas perlu ditangani dengan cermat karena judul berfungsi:
1.      Mematik daya tarik untuk pembaca
2.      Judul itu sebagai ringkasan cerita sama dengan headline berita
3.      Penggugah perhatian pembaca.
Beda headline untuk berita dan title untuk karkhas antara lain: Headline itu berupa kalimat lengkap dan pengertian jernih.
Headline mempunyai subyek, predikat dan obyek.
Title biasanya berupa frasa dan berarti ganda,
Contoh: Mau untuk bunting
Contoh Headline: Polisi menyidik tersangka koruptor BL.
I.       Bentuk-bentuk karangan khas (feature)
Karangan umum, karangan bebas (prosa), non fiksi, maupun fiksi kecuali berita lempang (sport news) dapat dibagi atas dua kelompok:
1.      Bagian penjelasan (explanation)
2.      Bagian bujukan (persuasi atau argumentasi)
Kelompok penjelasan itu meliputi:
1.      Berfungsi untuk memberitahukan tentang sesuatu yang belum diketahui
2.      Berfungsi untuk menjelaskan tentang sesuatu yang belum jelas.
3.      Berfungsi penjelasan dan menggambarkan. Tidak ada perdebatan.
Kelompok bujukan:
1.      Untuk memperoleh persetujuan dari pembaca terhadap sesuatu melalui perdebatan atau argumentasi yang dapat berupa perdebatan tentang kebenaran, penafsiran atau pertentangan pendapat.
2.      Untuk meyakinkan
Bentuk-bentuk karkhas:
Kelompok Penjelasan
Meliputi karkhas berita (news feature/sidebars)
Tulisan ini hanyalah tulisan merupakan suplemen dari berita lempang tetapi lebih banyak bercerita tentang manusia, pandangannya, penderitaanya, ketabahannya, harapannya dan hal-hal fisik yang dialaminya. Sidebars ini bias pendek, bias panjang.
Bias juga dijadikan in-dept report. Teknik penulisan dapat berupa:
1.      Bias bersifat humorostis
2.      Bias bersifat ironis (yang bersifat bertentangan dengan yang sesungguhnya)
3.      Bias juga menciptakan kesan yang tegang (suspense)
Contoh:
Atlanta, 28/10 (UPI)
Pesawat terbang Delta Airlines dengan nomor penerbangan 743 sedang dalam penerbangan dari Chicago ke Atlanta.
Pramugari memberitahukan pilot pesawat terbang, seorang penumpang wanita sakit dengan tanda-tanda kuat serang penyakit usus buntu.
Sang pilot menentuk kawat ke Atlanta dan dokter memeriksa penumpang wanita itu di lapangan terbang.
Setelah penerbangan tertunda 23 menit karena keadaan darurat itu, pesawat tinggal landas menuju Miami dan sang dokter menyatakan dalam laporannya: belitan korset sang penumpang kelewat kencang.
Karkhas beritayang akan diturunkan sebagai contoh berikut ini didahului dengan pemuatan berita lempang yang memberitakan serangan angin putting beliung di kota anu yang berpenduduk satu juta jiwa.
Serangan angin topan itu pagi hari Senin menelan korban 23 orang meninggal, 341 luka-luka dan meruntuhkan separuh jumlah bangunan dalam kota. Kerugian material Rp. 5 milyar.
Contoh b:
Ketika pusaaran angin putting beliung menerbangkan sejumlah rumah di sutau temkpat sedikit jauh darinya, Midun Rumpi berdoa sejenak dan menggiring istri dan anak-anaknya yang menangis tersedu-sedu ke bawah naungan pohon cemara raksasa.
Di bawah naungan pohon, keluarga Midun Rumpi mendengar gemuruh penghancuran semakin mendekat. Dirasakan tanah terguncang.
Kemudian, mereka mendengar amukan topan mereda.
“Allhamdulilllah” ucap Midun ketika ia beringsut dari pohon tempatnya berlindung dan mengirup nafas lega manakala ia menyaksikan rumahnya agak utuh.
Kemudian ia memaparkan pandangan ke kiri dan ke kanan. Ia terkejut ternganga menyaksikan sebuah rumah di suatu tempat sejauh 50 m hancur rata dengan tanah. (selebihnya tulisan berisi rincian pengalaman Midun dan kemudian bagian penutup)
“Hal ironis mengenai malapetaka ini adalah bahwa saaya dapat kehilangan rumah, kata midun”
“Saya pengangguran sekarang, jadi saya tidak membayar cicilan rumah, katanya menambahkan.”
“Tetapi, sesudah kejadian ini, saya tidak merasa khawatir, Tuhan akan member rezeki.”
Karkhas berita harus diterbitkan pada halaman yang sama dengan tempat berita dlempang disirkan, setidaknya pada edisi yang sama.
Sejarah (Historical)
Tulisan karkhas ini mengacu kepada keterkaitan masa lampau dnegan masa kini. Maksud dari upaya masakinikan sesuatu kejadian yang sudah lampau adalah bentuk terutama menyegarkan ingatan para pembaca tentang kejadian yang bersejarah, misalnya pembantaian para Pahlawan Revolusi pada 30 September 1965.
Dari segi psikologi, orang senang membaca sesuatu yang lampau untuk membandingkannya dengan hal yang terjadi sekarang.
Contoh
Jakarta,30/9
Siaran RRI pukul 07.20 pada 1 Oktobe 1965 tak ubahnya seperti petir membelah bumi di padi hari bafi sebagian besar rakyat manakala mereka mendengar bahwa telah terjadi perubahan kukuasaan Negara secara mendadak.
Pengumuman dari golongan yang menamakan dirinya Gerakan 30 September bahwa mereka telah menggagalkan usaha percobaan perebutan kekuasaan oleh apa yang mereka namakan Dewan Jendral membalikkan arus tanda Tanya rakyat menjadi amarah tatkala mereka mengetahui enam orang pimpinan TNI-AD dibantai oleh PKI yang mendalangi gerakan tersebut. Episode berdarah PKI memasuki titik balik ketika Pangkostrad Mayjen (waktu itu) Soeharto memimpin garis komando penumpasan pemberontakan komunis di Indonesia sejak 3 Oktober 1965.
Kini 26 tahun kemudian, masih segar ingatan orang tentang apa yang telah terjadi pada waktu itu. Ada diantara memutuskan untuk tidak masuk gereja atau menghentikan pekerjaan yang sedang dilakukannya untuk mengetahui kejadian sebenarnya lewat siaran RRI. “Waktu itu saya sedang sarapan sambil mendengarkan siaran RRI. Saya sangat setuju dan percaya pasti keadaan jadi gawat,” kata Muhidin, waktu itu mengaku pegawai PT karung goni. Rasa terkejut berubah menjadi amarah ketika khalayak pendengar mengetahui bahwa biang keladi kejadian itu tidak lain adalah PKI yang membunuh perwira TNI-AD dalam ushanya merebut kekuasaan Negara. (beberapa paragraph berikutnya tersusun dengan kalimat petik dari beberapa orang lagi silih berganti dengan kalimat pernyataan, kemudian diakhiri dengan bagian penutup).
Penumpasan G30SPKI dan pelarangan kegiatan PKI di Indonesia, yang konon kekuatannya terbesar di luar Uni Soviet dab RRC, menyusul ditemukannya mayat korban pembantaian yang dibenamkan dalam sumur tua di daerah Halim Perdanakusuma, kurang lebih 20 kilometer sebelah timur pusat kota Jakarta.

Perayaan (seasonal)
Karangan ini mengacu kepada peristiwa terutama berkenaan dengan hari-hari raya keagamaan. Kejadian di hari-hari raya bukan keagamaan, misalnya 17 Agustus, dapat mengacu kepada karangan yang bersifat sejarah (historical).
Hal-hal yang perludiperhatikan sebagai bahan karangan adalah sesuatu yang lain daripada yang biasa terjadi, terutama yang bersifat fisik. Kejadian non fiksi, misalnya kejadian yang menyangkut emosi, hal-hal yang ironis dengan sendirinya dapat dijadikan bahan tulissan daya pikat manusiawi (human interest story). Artinya kita menemukan human interest sementara kita mencari bahan untuk karangn seasonal.
Contoh:
Kairo, 11 Juli (DPA)
Siapa bilang Arabian Night alias 1001 malam sudah sirna? Malahan 1001 datang kembali menantang di sini. Di Kairo. P[enyebabnya bulan Ramadhan. Ramadhan bukan saja bulan suci Islam, masa kaum muslimin dan muslimat melakukan ibadah puasa. Lebih dari itu yang dilakukan, khusunya di Mesir. Pesta berjalan seiring dengan ibadah puasa dan orang Mesir rupanya meramu dua kegiatan itu sebaik-baiknya.
Lampu warna-warni di mana-mana yang mbeuat Departemen Tenaga Listrik sibuk mengambil langkah darurat untuk mencegah terputusnya aliran listrik. Stasiun radio dan televise siap dengan acara yang boleh jadi terbaik dan termeriah selama tahun ini. Suasana mirip perayaan Hari Raya Natal di Barat, tetapi pengaturan acara mengacu kepada semangat 1001 malam.
Paragraf-paragraf berikutnya menceritakan bagaimana orang di Kairo memulai puaasa, berbuka puasa, menyediakan makanan iftar dan sahur di hotel berbintang lima, antara lain berhiaskan bangunan piramida, keadaan sekitar Mesjid Hussein dan pusat pertokoan, sebelumk tulisan berakhir dengan paragraf (penutup)
Acara televise berlanjut tiga kali sesudah tengah malam dab jam kerja dipersingkat untuk orang Mesir yang menikmati perayaan-perayaan dan hiburan sepuas-puasnya. Pusat-pusat perbelanjaan, tempat untuk membeli apa saja, dibuka sampai dini hari dan jalan semakin padat menjelang malam semakin larut.
Sosok Pribadi (Persibality Profile)
Tulisan ini menyandang dua atau tiga nama. Bias disebut cerita sukses (success story) atau biografi.
Lampiran Bentuk Karkhas
Intinya adalah uraian tentang tahap-tahap jalan hidup seseorang menuju puncak ketenaran dan pengertian dikotomis: baik dan buruknya. Misalnya seseorang sukses sebagai pengusaha raksasa atau seseorang menjadi pembunuh atau perampok ulung. Ada tiga unsure yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan bahan. Pertama, latar belakang hidup seseorang termasuk ayah bundanya dan orang-orang yang pernah dekat dengannya. Kedua, apa yang pernah dan sedang dilakukannya. Ketiga, apa cita-cita atau aspirasinya.
Contoh (wiraswasta Perangkat Lunak)
Kalau berbicara dengan Sandra Kurtzig, rasanya seperti “ngobrol Timur-Barat” dengan tetangga. Ia bergitu ramah dan bersikap santai sampai-sampai anda lupa ia seorang wanita kaya raya yang membangun perusahaanya senilai US$ 100 juta dari nol.
Kurtzig yang menokohkan “Mimpi Amerika Menjadi Kenyataan” mengatakan tidak pernah ingin menjadi kaya raya. Ketika ia memulai membangun perusahaan perangkat lunaknya dengan nama ASK, ia tidak mempunyai gamabaran dalam benaknya sebesar apa nanti perusahaan itu.
ASK didirikan hanya untuk menghasilkan sejumlah kecil dolar yang cukup untuk member makan dua orang anaknya, katanya ketika berada di Singapura baru-baru ini. (selebihnya, tulisan ini menceritakan tentang awal usahanya yang dimulai disuatu ruangan di kamar tidurnya sampai ia diminta menjadi anggota pimpinan Universitas Harvard dan apa yang akan dilakukan dalam bagian penutup tulisan. Apa yang akan ia lakukan sesudah itu? “Saya tidak punya pikiran lebih jauh dari itu”, katanya. Tetapi pastilah, apa pun nantinya ia akan memanfaatkan karsa dan karyanya, betapa pun kecilnya untuk meraih sukses.
Daya Pikat Manusiawi (human interest)
Karangan ini lebih menonjolkan aspek-aspek dramatis, emosinal dan materi latar belakang yang menyangkut manusia sebagai cirinya ketimbang tulisan berita lempang yang materi pokoknya adalah peristiwa, pendapat dan masalah (new incident). Dengan kata lain, human interest sory memperlakukan sebagai unsure dominan dalam penampilnnya hal atau kejadian dibalik peristiwa yang menimpa manusia (human background event), seperti tekanan batin (stress), beban pikiran (strains), keadaan dramatis, gagasan, emosi dan ambisi seseorang.
Tujuannya untuk member sentuhan emosi kepada khalayak yang dapat memberikannya perasaan simpati, empati, senang, benci, marah.
Contoh:
NIEN HOA Vietnam Selatan-Pham Va Le menyelesaikan latihan militer Minggu, dikirim bertempur Senin, tewas Selasa dan dimakamkan Sabtu. Ia berusia 22 tahun, menikah tujuh bulan lalu, menjadi kuli angkut di pelabuhan Saigon sebelum memasuki dinas militer. Va Le adalah seorang diantara yang dimakamkan di taman Pemakaman Nasional, tempat tangis tak pernah berhenti dan prajurit mengetahui mereka tidak mendapat penghormatan khusu. Janda Va Le hadir, juga ibunya, ayahnya, adik perempuannya. Selama beberapa jam, wanita-wanita itu berkabung menagis pijar, memaki-maki pemerintah yang telah mengirim Va Le ke medan laga, memohon agar dia hidup kembali. “Mereka hanya tinggal dirumah dan naik mobil. Mereka duduk dikantor saja dan memaksa suami saya untuk mati” jerit janda Va Le, 19 tahun yang tertelan lengking tangis diatas pusara lainnya. “orang-orang tua tidak mati, hanya anak muda”. Keluarga miskin yang beragama Budha itu bertahun-tahun menyingkir ke pelosok negeri untuk menjauhi pertempuran. “Anakku, anakku. Saya disini untuk menemuimu. Kamu bhisa membawaku ke mana-mana. Mengapa kamu tidak membawa daku bersamamu sekarang juga?” serit sang ibu. Sepasukan kawal kehormatan dekil menghentakan kaki maju untuk mengangkat peti jenazah, meletakannya di depan moil jenazah warna hitam yang berjalan berdenyit-denyit, mengawalnya dalam suatu upacara pemakaman singkat di taman pemakan yang penuh dengan liang lahat baru.
Tinggal beberapa saat lagi menanti keluarga almarhum untuk menyatakan perasaannya dan ibu serta istri almarhum merebahkan diri dan mendekap peti jenazah. Ketika penggali liang lahat menimbun lubang, mobil jenazah warna hitam tiba membawa mayat lainnya dan deretan liang lahat masih mengangan diterpa sinar matahari terik. “suamiku, suamiku, mereka membiarkan suamiku meninggal”. Pham Va Le adalah seorang diantara 8.000 tentara Vietnam Selatan yang tewas sejak serangan Vietnam Utara mulai dilancarkan 29 Maret. Tetapi liang lahat masih menanti 25.000 serdadu lagi.
Latar Belakang (Background)
Karangan yang juga biasa disebut dope story ini bertolak dari pendapat bahwa tidak ada peristiwa yang sama sekali berdiri sendiri. Suatu kejadian ada sebab-sebabnya yang terjalin dalam suatu proses sebelum peristiwa terjadi atau peristiwa terdahulu itu dipaparkan kepada khalayak.
Disini tidak ada unsure penilaian penulis, kecuali pemaparan berupa angka dan penjelasan daro seseorang sehingga tulisan tersusun  menjadi bulat.
Contoh
Washington, (UPI)
Perkembangan pesat penduduk minoritas selama dasawarsa yang lalu di Amerika Serikat diperkirakan akan mempunyai dampak ekonomi, politik dan social dieluruh Negara itu. Angka penduduk yang disiarkan Minggu oleh Biro Sensus, menunjukan pergeseran demografis terbesar yang dialamai bangsa Amerika dalam abad ke-20, kata seorang penjabat pemerintah. Peningkatan pesat penduduk keturunan Asia, kuklit berwarna dan Indian di kawasan barat daya dan di ujung barat demikian pentingnya, sehingga dapat memberikan penduduk kulit putih status minoritas di California dan New Mexico menjelang tahun 2000.
Dalam tahun 1980, penduduk kulit putih menempati peringkat 65,6 %. Dalam tahum 1990 angka itu melorot menjadi 57% yang daoat jauh lebih rendah lagi menjadi 54,6 % pada saat perhitungan sensus terakhir ditabulasi. Pergeseran besar dalam susunan penduduk itu diduga akan mengubah perimbangan kekuatan politik. Dengan perubahan yang akan terjadi itu dalam pemetaan kembali wilayah pemilihan kongres, kaum minoritas hamper pasti akan memperoleh kekuatan ekonomi dan politik mulai dari keanggotaan badan perwakilan pusat.
“Tentu akan terjadi perubahan dalam pemerintahan dan pilihan prioritas”. Kata Randy Ardnt, juru bicara Liga Kota Nasional. “Kita akan menjadi kaya kebudayaan”. Pasti akan banyak kota mencari dana dalam bermacam bentuk misalnya bantuan federal, yang dalam banyak hal didasarkan atas penghasilan per kepela. Sementara penduduk kulip putih akan bertambah lebih dari 11 juta menjadi 1.997 juta jiwa dalam tahun 1990, bangsa kelompok penduduk itu turun 83 % dalam tahun 1900, statistic itu menunjukkan.
Lampiran Bentuk Karkhas
Membuka Tabir (Curtain Raiser)
Karangan ini merupakan tulisan yang berisi langkah-langkah, peristiwa atau pendapat dalam rangka persiapan suatu kejadian yang penting sekali.
Misalnya rencana kunjungan kepala Negara/pemerintahan ke suatu Negara, menjelang suatu konferensi international, menjelang Sidang Umum MPR/DPR, menjelang pelaksanaan pemilu, menjelang pelaksanaan program yang menyangkut hajat orang banyak.
Acuan suatu tulisan adalah apa yang sudah diketahui sepanjang yang diingat dan bahan referensi tertulis, seperti dokumen, kliping juga mendapat orang yang berwenang.
Pekenan karangan ini adalah pada sifatnya yang berupa ikhlasan dan kemungkinan menjelang suatu kejadian yang penting.
Tidak ada unsure penilaian pengarang kecuali pemaparan fakta dan data untuk menghubungkan satu fakta dengan fakta yang lain sehingga karangan tersusun lancer dalam satu kesatuan yang bulat.
Contoh:
Jakarta, 1/9 (…) Senin mendatang, perhatian dunia aka di arahkan kepada wakil 2/3 penduduk dunika ketika 100 lebih kepala Negara dan pemerintahan berkumpul di Jakarta untuk menghadiri Konforensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok (KTT-GNB) ke 10.
KTT-GNB itu terselenggara dalam suasana hapusnya Uni Soviet dalam peta politik dan peta bumi serta telah sampainya konflik Timur Tengah pada cakrawala jalan penyelesaian, menurut sumber yang berwenang, akan tetapi menapaki garis perjuangan yang dirintis Konferensi Bandung 1955.
Menlu Anu mengatakan dalam konferensi pers di Pejambon, Jum’at, penghapusan blok militer dunia hanya satu faset saha dari GNB. Sedangkan masalah besar masih membelit dunia, khusunya dunia Ketiga.
Diantara masalah itu adalah pelucutan senjata dunia, jaminan kemerdekaan dan kedaulatan Dunia Ketiga, apartheid dan rasialisme, pembangunan di dunia sedang berkembang hak asai. “Walaupun AS dan US nampaknya sudah rujuk dan konflik Timur Tengah dan Kamboja sudah sampai pada tahap penyelesaian, masih banyak masalah besar kita hadapi.”
Konferensi Tingkat Menteri Gerakan Non-Blok (KTM-GNB) ke 10, Ghana 4-7 September 1991 yang menuntaskan Indonesia menjadi tuan rumah KNT-GNB tahun 1992, merinci dalam suatu deklarasi tentang yang dihadapi Dunia Ketiga menetapkan langkah prioritas dalam perjuangannya.
Prioritas utama itu meliputi masalah pembangunan ekonomi untuk mengatasi kemiskinan yang dilukiskan sebagai “musuh utama GNB”, yang diharapkan dapat diwujudkan berdasarkan kerja sama Utara-Selatan, reformasi PBB, hak asasi politik, ekonomi dan social, lingkungan hidup, perdagangan, penyalahgunaan narokotika dan pluralisme politik.
(bagian dari tulisan ini adalah dilaksanakan sampai sekarang, pandangan pakar polotik sebelum sampai ke bagian penutup)
Panitia Nasional KTT-PNB menjelaskan, tamu akan ditampung di Hotel Grand Hyatt.
Konferensi sendiri akan diselenggarakan di Gedung balai Sidang, senaian yang sudah dipugar bulan lalu.
Pelancongan (Travel)
Sesuai dengan namanya, karkhas ini menuturkan pengalaman pengarang tentang hasil kunjungan ke obyek wisata suatu tempat yang menarik lainnya baik dari segi sejarah, arsitektur maupun segi keindahan alam.
Pewarta yang akan mengkhususnya perhatian untuk menjadi penulis karkhas pelancongan perlu memperluas wawasannya tentang sejarah, arsitektur, antropologi, arkeologi. Misalnya, pada saat mengunjungi kompleks bangunan tua seorang penulis tidak cukup hanya menuturkan tentang arsitektur bangunan itu, tetapi juga harus mengaitkannya dengan sejarah, mungkin juga dengan arkeologi atau bahkan dengan antropologi.
Contoh:
Nuwara Eliya, Sri: angka, 10 Maret (Reuteur)
Tradisi dan perilaku aneh warisan Inggris sekarang merebak di perbukitan hjiau Sri langka Tengah sesudah negeri itu meredeka 40 tahun.
Iklim sejuk, pengaruh warisan petani the jaman colonial dan adat istiadat yang tidak pernah muncul bahkan dalam zaman konservatif Inggris, telah mengabdikan pengaruh kuat Inggris yang telah menarik para pelancong ke pulau di Samudera Hindia itu.
Sementara peninggalan kebidayaan Portugis dan Belanda yang pernah menjajah Sri Langka sebelum kedatangan Inggris tetap berpengaruh kuat dibanyak tempat dikawasan pesisir, peninggalan kebudayaan kologial Inggris kuat mencekam di Sri Langka tengah.

Harin de Costa, pemimpin umum Grand Hotel di Nuwara Eliya, mengatakan bahwa suasana keinggrisan yang kuat di daerah itu memantulkan pengaruh langsung dari petani teh berkebangsaan Inggris atas kehidupan orang Sri Langka.

0 Response to "Penulisan Humas Pertemuan 7 dan 8"